Archive for the Category ◊ Belajar Barcode ◊

Author: admin
January
26th
2009

Mungkin sebagian besar orang awam mengenal barcode (kode batang) yang biasa dijumpai di kemasan produk produk umum yang dijual di pasaran. Kalau kita ingat 15 atau 20 tahun yang lalu susah masih mendapatkan trnasaksi di swalayan dilayani dengan barcode scanner, waktu itu rata rata transaksi dilakukan masih menggunakan mesin kasir elektronik atau ECR. Saat ini hampir semua outlet mini market dan toko moderen sudah menggunakan pembaca barcode (barcode scanner) dalam cek out barang nya di kasir. Hal ini sangat terasa bermanfaat sekali selain lebih cepat dalam melayani pelanggan juga ke akurasian yang cukup bagus sehingga kerja kasir lebih efektif dan efisien, ujungnya adalah kepuasan pelanggan dan profitabilitas bagi perusahaan.

Anda pasti sering ketika belanja di toko moderen dilayani dengan barcode scanner,satu persatu produk di scan barcodenya oleh kasir dan komputerpun langsung mencocokan dengan database lalu di catat sebagai transaksi, kalau belanja 10 barang maka 10 kali scan.

Coba Anda bayangkan bagaimana kalau ketika transaksi di kasir barang tadi proses cek outnya tidak perlu discan lagi satu per satu. namun langsung lewat di dekat kasir dan di total terus bayar, berapa banyak waktu kita hemat?

Anda sudah sedikit bisa bayangkan kan? Hal itu sangat mungkin akan terjadi dan kita alami dimasa masa mendatang. Bahkan tidak terbatas hanya di transaksi di toko saja namun juga dalam aspek kehidupan lainnya seperti bayar Tol, isi bahan bakar di SPBU, jasa pengiriman barang dan pelayanan pelayanan lain seperti absensi serta perpustakaan.

Itulah kira kira sedikit gambaran aplikasi RFID (Radio Frequency Identification) yang bisa berarti proses pengidentifikasian dengan otomatis menggunakan sistem frekuensi radio, dimana tiap tiap benda yang akan di identifikasi ditempel atau dikasih Tag (Label) RFID, sehingga nantinya akan terbaca oleh pembaca RFID (RFID reader)

What is RFID?Radio frequency identification (RFID) is an advanced automatic identification technology. It is used to identify, track, sort and detect an infinite variety of objects, including people, vehicles, garments, containers, totes and pallets. It can be used in applications such as proximity access control, time-and-attendance management, vehicle identification, laundry/textile identification, asset tracking, inventory control and factory automation.

RFID relies on radio frequency or “waves” between a card or tag and a reader in order to make an identification. Because RFID is a “contactless” technology, it requires neither contact with a reader or a direct line of sight to a reader (as does bar code technology). RFID, therefore, reduces the problems associated with those “contact” or “line-of-sight” technologies. For instance, a “good” read can occur through sunlight, wet, cold (-30°C ), frost, dirt, grease, and many corrosive chemicals.Manfaat RFID

Beberapa manfaat RFID sebetulnya hampir sama dengan manfaat penggunaan barcode seperti yang sudah dijabarkan di tulisan kami sebelumnya hanya saja banyak kelebihan RFID dibandingkan dengan penggunaan barcode, antar lain:

  1. RFID lebih cepat dalam proses pengidentifikasiannya.
  2. RFID lebih tahan terhadap kondisi seperti kotoran kimiawi debu dan lainnya dalam pembacaannya
  3. RFID memiliki pembaca yang tidak bergerak sehingga lebih awet untuk investasi kepemilikan aset jangka panjang
  4. RFID lebih susah digandakan atau di tiru serta di copy.

Ada dua komponen penting dalam sistem RFID yaitu kartu (Tag) dan pembaca (antena RFID) dan proses pembacaannya pun tidak perlu dilakukan secara kontak langsung dengan obyek yang dibaca. Reader menghasilkan frekuensi radio magnetik level rendah (low level) dan ini dipancarkan oleh antena pada area tertentu dimana kartu
(tag ada).

How RFID Works
An RFID system consists of two major components–the reader and the card/tag. They work together to provide the end user with a non-contact solution to uniquely identify people, animals or objects. The reader performs several functions, one of which is to produce a low-level radio frequency magnetic field. The RF magnetic field emanates from the reader by means of a transmitting antenna, typically in the form of a coil. The magnetic field serves as a “carrier” of power from the reader to the RFID card or tag. The RFID card or tag contains an antenna, also in the form of a coil and an integrated circuit (IC). The IC requires a small amount of electrical power in order to function. The antenna in the tag provides a means for gathering the energy present in the magnetic field produced by the reader and converts it to an electrical form of energy for use by the IC. When a card or tag is brought into the magnetic field produced by the reader, the converted energy powers the IC. This enables the transmission of the IC’s memory contents in the form of an electromagnetic signal to the reader via the tag’s antenna.  The tag information is received by an antenna within the reader and converted back into an electrical form. The reader contains a sensitive receiving system that is designed to detect and process the tag signal. Once the tag data has been processed, a microcomputer within the reader checks to verify that the signal received is valid. Once the reader has checked and validated the received data, the data is then decoded and restructured for transmission to the end-user’s host computer. This restructuring provides the data in both an electrical form and a protocol (or format) that is required by the host computer system. Once the restructuring process is complete, the data is transmitted to the host system.

ini beberapa perlengkapan RFID:

TAG RFID Pasif :

Tag RFID Aktif:

Pembaca (Reader) RFID:

Tatahan (inlays) / EPC (Electronic Product Code)

Saat ini kendala diterapkannya sistem RFID adalah masih mahalnya komponen biaya perangkat dan asesorisnya, namun berjalan waktu nantinya dengan semakin banyak pemakaian maka akan bisa menekan komponen biaya pembuatannya. Saat ini beberapa ritel yang sudah mulai menerapkannya diantaranya WALMART, TESCO, METRO AG, TARGET, BEST BUY dan lainnya

Bagaimana menurut Anda?

Author: admin
January
25th
2009

Barcode merupakan sejenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu biasanya jenis dan harga barang seperti makanan dan buku. Kode berbentuk batangan balok dan berwarna hitam putih ini, mengandung satu kumpulan kombinasi batang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa. Kode ini dicetak di atas stiker atau di kotak bungkusan barang. Kode tersebut akan dibaca oleh Barcode Reader, yang akan menterjemahkan kode ini kedalam data / informasi yang mempunyai arti. Di supermarket, barcode reader ini biasanya digunakan oleh kasir dalam pencatatan transaksi oleh customer.

Tidak ada satu standard dari kode batang ini, justru terdapat bermacam-macam standard yang digunakan untuk berbagai keperluan, industri, maupun berdasarkan tempat digunakannya. Semenjak 1973, Uniform Product Code [UPC ] diatur oleh Uniform Code Council, sebuah organisasi industri, yang menyediakan suatu standard bar code yang digunakan oleh toko-toko ritel. Penemu sistem barcode ini. Adalah Joe Wodland.

Beberapa barcode standar telah dikembangkan selama beberapa tahun, yang biasa disebut dengan Simbologi. Simbologi yang digunakan tentunya berbeda untuk aplikasi yang berbeda. Semisal ketika kita menggunakan huruf miring ataupun tebal, dimaksudkan untuk memperjelas makna tertentu pada teks. Simbologi yang berbeda, seperti “sandi berbentuk batang”, digunakan untuk aplikasi yang berbeda pula. Ketika kita mencetak barcode, kita akan bisa membaca makna sandinya, selama kita menggunakan sandi yang sama, dan dalam spesifikasi yang diatur dalam standar barcode.

Simbologi barcode dibedakan dalam 2 jenis dasar, dalam bentuk linear ataupun dimensional. Simbologi barcode linear berisi garis – garis hitam yang berjajar, dan garis putih dengan ukuran tinggi dan lebar tertentu, seperti gambar dibawah ini:

Demikian halnya dengan Simbologi Dimensional, bisa diatur dalam format tegak lurus atau matrik. Berupa sandi segiempat khusus, sehingga bisa lebih banyak menyimpan informasi.

Jumlah data sandi yang bisa dibaca pada Simbologi Barcode Linear lebih terbatas dibanding Simbologi Barcode 2-D. Satu inci 2-D Simbologi Matrik misalnya, bisa membaca sandi dari ribuan karakter data, mengingat Kode Barcode Linear harus lebih panjang untuk menyimpan sejumlah informasi.

Sistem barcode bisa dikelompokkan dalam beberapa bentuk dan ukuran yang berbeda. Kerumitan system ditentukan oleh aplikasi. Sistem dasarnya secara umum dibagi dalam 4 komponen:

Komponen 1 – Barcode Printer

Anda butuh printer barcode untuk mencetak label barcode. Banyak teknologi dan metode untuk mencetak label barcode. Anda bisa menggunakan printer laser dan pre-set template [sering dimasukkan dalam software desain label, seperti Wasp Labeler atau Zebra Bar One Software] untuk mencetak label barcode. Biasanya dicetak dalam Stok Avery. Label dicetak menggunakan printer label barcode, seperti yang dibuat oleh Zebra, Datamax atau Intermac. Printer – printer ini mencetal label, jauh lebih cepat dengan kualitas tinggi dibanding mencetak dengan printer laser konvensional.

Komponen 2 – Label Barcode

Anda juga perlu beberapa software aplikasi yang bisa mendesain label. Label yang sama bisa anda tambahkan agar bisa dilacak. Satu label bisa berisi gabungan teks, grafik, atau informasi barcode. Kemasan label – label seperti Wasp Labeler atau Zebra Bar One, punya pre-made template, yang bisa membantu anda dalam mendesign label. Yang jelas, anda harus menyesuaikan templates untuk label industri yang spesifik, semisal industri mobil.

Komponen 3 – Alat Scan untuk Pengumpulan data

Tahap pengumpulan data melalui penggunaan scanner bisa menerjemahkan kode dengan mudah dan akurat, menerima dan menyesuaikan isi informasi dalam label barcode. Dengan demikian, bisa mengurangi kemungkinan kesalahan secara signifikan. Ada 2 macam scanner. Kontak dan Non-kontak. Scanner Non-kontak, bisa lebih panjang beberapa inci. Dari dua macam scanner ini, adalagi satu ciri khusus, baik yang decoded maupun non decoded. Scaner decoded memiliki hardware decoder yang dirakit didalamnya, dan mampu menerjemahkan makna dalam sebuah barcode, sebelum mengirim data ke komputer. Scaner undecoded lebih punya sumber yang ringan yang mampu menerjemahkan data enkripsi dan mengirimnya ke decoder. Decoder – decoder ini sejalan dengan unit hardware yang mengoperasikan komputer. Unit decoded biasanya lebih mahal dibanding yang undecoded. Namun yang cukup mengkhawatirkan, adalah jika ada masalah di beberapa komponen, belum diketahui mengapa barcode tidak bisa dibaca dengan benar.

Komponen 4 – Mengolah Data Pada Database Eksternal

Komponen terakhir untuk membuat system barcode sederhana adalah database. Setelah anda membuat dan men-scan barcode, bukan berarti anda telah menciptakan system barcode yang lengkap dan efektif. Agar bisa menggunakan kode – kode dengan efektif, anda juga perlu database untuk memperbaharui informasi. Banyak barcode bisa dirangkai dengan item angka. Item angka ini nantinya kemudian bisa disambungkan ke informasi tentang item tersebut, seperti deskripsi produk, harga, kuantitas inventarisasi, akunting dan lain – lain. Misalnya, anda punya barang A, dengan barcode senilai 1234. Ketika anda menjual barang A, anda scan barcode tersebut. Nantinya, akan ada informasi yang mengatakan ke database anda bahwa anda punya satu barang A, yang harganya Rp 1000, dimana harga ini harus melewati akunting, dan produk tersebut harus dikirim melalui UPS ground. Semua rangkaian ini karena scan barcode mewakili Barang A. Itulah gunanya memiliki eksternal database. Sebenarnya masih banyak bentuk lain, tapi inilah inti dari barcoding.

Kenapa pake Barcode?

Menggunakan sistem barcode yang benar tentunya akan sangat menguntungkan perusahaan. Apa saja manfaatnya?

Akurasi

Barkoding ini bisa meningkatkan akurasi dengan mengurangi kesalahan manusia dari pemasukan data secara manual atau item yang salah baca atau salah label.

Kemudahan pemakaian

Barcode mudah digunakan. Dengan hardware dan software yang tepat bisa memaksimalkan proses otomatisasi pengumpulan data. Tentunya akan lebih mudah membuat inventarisasi akurat dengan sistem barcode, daripada secara manual.

Keseragaman Pengumpulan Datan

Beragam standar pemenuhan dan simbologi barcode yang terstandarisasi, menjamin informasi di terima dan disampaikan dengan cara yang benar sehingga bisa diterima di pahami secara umum.

Feedback yang tepat waktu

Barcode menawarkan feedback yang tepat waktu. Begitu muncul, data bisa diterima dengan cepat, dan memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat berdasarkan informasi terbaru.

Meningkatan produktifitas

Barcode membuat aktifitas operasional dalam bisnis menjadi lebih singkat. Bayangkan betapa lamanya, ketika kasir anda harus memasukkan harga barang secara manual?

Meningkatkan Profit

Peningkatan efisiensi yang diberikan barcode memungkinkan perusahaan menghemat biaya dan yang terpenting meningkatkan profit bisnisnya.

Penggunaan Barcode

Bracode ada dimana – mana. Hampir semua jenis industri menggunakan barcode, sehingga bisnis bisa untung. Berikut beberapa industri yang biasanya menggunakan teknologi barcode.

Manufaktur

Banyak hal detail dalam operasional industri manufaktur yang perlu awasi secara ketat. Karena sedikit saja kesalahan dalam komponen, semisal masalah stok barang, bisa menyebabkan inefisiensi dalam lingkungan manufaktur. Dalam hal ini, Barcode sering digabungkan dengan system MRP [Manufacturing Requirements Planning], agar bisnis memiliki data yang akurat terutama dalam system kerja di pergudangan.

Pergudangan

Siapapun yang menghandle pergudangan seharusnya menggunakan barcode. Bayangkan saja, kalau anda harus mendata seluruh produk anda secara manual. Kapan selesainya?

Jasa Distribusi

Jika perusahaan anda secara konsisten menge-cek barang yang masuk dan keluar, sudah seharusnys anda menggunakan barcode. Dijamin lebih cepat dan akurat, untuk mengetahui seberapa efisien, stok barang yang anda punyai pada suatu waktu.

Ritel

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika seorang kasir biasa melakukan pengecekan secara manual dengan mengetik setiap harga barang. Bayangkan kalau setiap pebisnis ritel melakukan hal yang sama. Peluang membuat kesalahan tentunya akan sangat besar. Mereka akan bangkrut karena kurang teliti dan kurang akurat. Sekarang ini semuanya menuntut efisiensi. Yakni efisiensi yang diciptakan dengan memanfaatkan barcode.

Transportasi

Apa yang muncul dalam pikiran anda, ketika bicara tentang pengiriman paket tepat waktu? Jawabannya tentu Fedex atau UPS. Kedua perusahaan tersebut sedang merajai bisnis pengiriman paket, Karena mereka membuat system pengangkutan barang yang efektif. Kunci utama keberhasilan Fedex dan UPS terletak pada pemanfaatan teknologi Barcode. Lihat saja ketika mereka memasukkan data pada Portable Data Collectors, mereka berkomunikasi melalui system database secara tepat waktu.

Masih banyak industri lain yang menggunakan barcode, tidak terbatas pada Industri Konstruksi, Kesehatan ataupun Toko Video saja, tapi juga Kartu Identitas, Absensi, Manajemen Dokumen dan lain – lain.

 

Powered by Indobarcode.com