<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Barcode Blog</title>
	<atom:link href="http://indobarcode.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indobarcode.com/blog</link>
	<description>Semua yang berkaitan dengan barcode</description>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 06:44:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kaidah tata letak barcode pada label harga rak (Shelfing)</title>
		<link>http://indobarcode.com/blog/2009/01/kaidah-tata-letak-barcode-pada-label-harga-rak-shelfing/</link>
		<comments>http://indobarcode.com/blog/2009/01/kaidah-tata-letak-barcode-pada-label-harga-rak-shelfing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 13:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[Kamus Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[baca barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[barcode printer]]></category>

		<category><![CDATA[code128]]></category>

		<category><![CDATA[ean]]></category>

		<category><![CDATA[item PLU]]></category>

		<category><![CDATA[label gondola]]></category>

		<category><![CDATA[label harga]]></category>

		<category><![CDATA[minimarket]]></category>

		<category><![CDATA[price tag]]></category>

		<category><![CDATA[produk]]></category>

		<category><![CDATA[ribbon]]></category>

		<category><![CDATA[ritel]]></category>

		<category><![CDATA[shelfing]]></category>

		<category><![CDATA[supermarket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobarcode.com/blog.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Selama ini banyak sekali masih kita temukan penerapan sistem barcode yang kurang berpedoman pada kaedah yang berlaku, ini disebabkan karena kekurang fahaman pada user dan operator tentang penerapan sistem barcode tersebut serta aspek aspek yang menyertainya</p>
<p>Secara garis besar sistem labeling di bidang ritel adalah identifikasi pada produk yang dijual (SKU) atau PLUs, salah satunya adalah Shelfing (Price Tag) yang menempel di rak.</p>
<p>Kenapa penulis langsung pada point Price Shelfing bukan label harga, terutama di Indonesia pada umumnya sering sekali terjadi perubahan harga dalam waktu yang tidak begitu lama rangenya sehingga mengakibatkan seringnya kita mengganti label harga yang menempel di produk, oleh karenanya ada baiknya pelaku usaha eceran tidak perlu menempel label harga satu persatu di produk melainkan informasi tersebut cukup di tempel di rak saja.</p>
<p>Berikut ini salah satu kaedah pengaturan layout dan informasi yang perlu dicantumkan di label / tag rak:</p>
<div id="attachment_596" class="wp-caption alignnone" style="width: 442px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-596" title="shelf-label-cosmetic" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/11/shelf-label-cosmetic.jpg?w=432&amp;h=200" alt="Salah satu contoh pengaturan tata letak pada produk kosmetik" width="432" height="200" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Salah satu contoh pengaturan tata letak pada produk kosmetik</p>
</div>
<p>perlunya kita menulis informasi detil ini adalah untuk pelanggan mengetahui spesifikasi dan perlakuan untuk produk tersebut sehingga cukup mudah difahami oleh calon pembeli produk</p>
<div id="attachment_597" class="wp-caption alignnone" style="width: 451px;"><a href="http://cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-597" title="label harga barcode" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/11/windowslivewriterwalmartshelflabelsexplained-1306cshelflabel-2.jpg?w=441&amp;h=287" alt="Pengaturan tata letak informasi harga pada ritel" width="441" height="287" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Pengaturan tata letak informasi harga pada ritel</p>
</div>
<p>coba perhatikan betapa sangat detilnya informasi yang dimuat pada contok shelfing tag diatas, selama ini masih sangat jarang ditemukan informasi selengkap ini pada toko toko ritel di Indonesia pada umumnya, mungkin alasan utama adalah biaya dan kurang dianggap berguna bagi pelanggan dikarenakan pelanggan sendiri tidak faham hal ini sehingga menjadi mubazir nantinya</p>
<div id="attachment_599" class="wp-caption alignnone" style="width: 494px;"><a href="http://cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-599" title="Shelf label Ritel" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/11/shelf-label-regular.jpg?w=484&amp;h=200" alt="Contoh lain Shelf label pada ritel" width="484" height="200" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Contoh lain Shelf label pada ritel</p>
</div>
<div id="attachment_600" class="wp-caption alignnone" style="width: 388px;"><a href="http://cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-600" title="shelflabelbc" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/11/shelflabelbc.gif?w=378&amp;h=150" alt="contoh label harga rak" width="378" height="150" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">contoh label harga rak</p>
</div>
<p>beragam bukan? tentunya sesuai dengan kebutuhan pelanggan, mungkin lembaga perlindungan konsumen bisa berperan aktif untuk memberikan sosialisasi yang cukup pada pelanggan toko ritel dengan tujuan pelanggan bisa mengerti serta memahami maksud seandainya sistem ini diterapkan oleh pengelola ritel yang bersangkutan</p></div>
</div>
<div style="clear: both;"></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://indobarcode.com/blog/2009/01/kaidah-tata-letak-barcode-pada-label-harga-rak-shelfing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Scanner Barcode PDA dengan OS Windows CE dari Metrologic</title>
		<link>http://indobarcode.com/blog/2009/01/scanner-barcode-pda-dengan-os-windows-ce-dari-metrologic/</link>
		<comments>http://indobarcode.com/blog/2009/01/scanner-barcode-pda-dengan-os-windows-ce-dari-metrologic/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tinjauan Produk Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[baca barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[laser]]></category>

		<category><![CDATA[metrologic]]></category>

		<category><![CDATA[pda barcode]]></category>

		<category><![CDATA[scanner barcode]]></category>

		<category><![CDATA[wireless barcode]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobarcode.com/blog.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Mungkin bukan dalam kategori baru sekali, namun Metrologic SP5700 atau lebih dikenal dengan Optimus PDA lebih baru dari generasi pendahulunya SP5500 (Optimus) yang kita kenal luas dengan PDT (Portable Data Terminal) atau juga (MDT/ Mobile Data Terminal) yakni barcode reader yang memiliki batch memori untuk menyimpan hasil scan barcode untuk kemudian disa di upload ke PC dan diolah serta di konversikan integrated dengan data base master.</p>
<p><a href="../../"><img class="alignnone size-full wp-image-642" title="Barcode Scanner Mobile SP5700" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/11/sp5700.jpg?w=206&amp;h=314" alt="Barcode Scanner Mobile SP5700" width="206" height="314" /></a>Sebagaimana umumnya sebuah Barcode Reader, Optimus PDA memiliki kemampuan baca berbagai jenis simbologi barcode baik barcode 1 dimensi seperti EAN,UPC,Code 128, Code 39, ITF Dll untuk Optimus PDA dengan optik Laser, dan tambahan kemampuan baca barcode 2 dimensi untuk jenis Optimus PDA dengan optik Linear Imager CCD Long range.</p>
<p>Dalam bundle paket nya Optimus PDA sudah ada SDK (Software Develepment Kit) untuk pengembangan dan sistem integrasinya pada aplikasi software yang biasanya memakai VB.net maupun aplikasi Java, sehingga memungkinkan proses koneksitas secara langsung dengan Server secara Uptodate.</p>
<p>Alat ini bisa diaplikasikan pada sistem warehouse, inventory system, baca meter, sales force division, dll tergantung kebutuhannya, dengan fitur bluetoothnya memungkinkan di hubungkan secara langsung pada portable receipt printer sehingga memperluas fungsinya tidak hanya sekedar data collector melainkan juga sebagai station client</p>
<p>Pilihan Koneksi yang tersedia saat ini ada 3 yaitu Batch dengan kabel, bluetooth, dan Wifi 802.11 b/g memungkinkan Optimus PDA menjadi workstation layaknya PC. Dilengkapi dengan sistem OS Microsoft Windows CE</p>
<p>Beberapa Asesoris penunjangnya:</p>
<p><a href="../../"><img class="alignnone size-full wp-image-643" title="optimus pda assesoris" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/11/5700grip.jpg?w=250&amp;h=250" alt="optimus pda assesoris" width="250" height="250" /></a><a href="../../"><img class="alignnone size-full wp-image-644" title="dock optimus pda" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/11/dock.gif?w=300&amp;h=251" alt="dock optimus pda" width="300" height="251" /></a></p>
<p>Kisaran harga yaitu USD 1.100- USD1.800 tergantung interface nya apakah batch, BT atau Wifi dan banyaknya tambahan asesorisnya. Info detil mengenai produk ini bisa di lihat di <a title="Situs Barcode System Indonesia" href="../../" target="_blank">http://www.indobarcode.com</a> sebagai salah satu distributor Metrologic resmi di Indonesia</div>
</div>
<div style="clear: both;"></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://indobarcode.com/blog/2009/01/scanner-barcode-pda-dengan-os-windows-ce-dari-metrologic/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Warna barcode yang mudah terbaca Scanner Barcode</title>
		<link>http://indobarcode.com/blog/2009/01/warna-barcode-yang-mudah-terbaca-scanner-barcode/</link>
		<comments>http://indobarcode.com/blog/2009/01/warna-barcode-yang-mudah-terbaca-scanner-barcode/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[Kamus Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[barcode tag]]></category>

		<category><![CDATA[kemasan]]></category>

		<category><![CDATA[label]]></category>

		<category><![CDATA[packing]]></category>

		<category><![CDATA[peka]]></category>

		<category><![CDATA[printer barcode]]></category>

		<category><![CDATA[scanner barcode]]></category>

		<category><![CDATA[sensitif]]></category>

		<category><![CDATA[usb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobarcode.com/blog.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="snap_preview">
<p>Dalam menentukan kombinasi warna pada proses pembuatan cetak barcode baik offset dan printing lainnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu warna apa yang tepat yang mudah ditangkap oleh pembaca barcode ” barcode reader” atau “barcode scanner’”.</p>
<p>Kenapa barcode scanner/ reader tidak dengan serta merta bisa membaca segala yang berbentuk barcode? barcode scanner menggunakan sumber cahaya monochromatic sehingga sensifitasnya sangat pengaruh pada ke kontrasan obyek yang dibaca</p>
<p>Semakin kontras kombinasi warna barcode dan latar (background) media barcode semakin bagus, untuk itulah mengapa seringkali yang kita jumpai adalah barcode pada umumnya berwarna hitam dengan latar putih, karena kombinasi warna itulah yang paling kontras.</p>
<p>Warna dan kombinasi apa saja yang memungkinkan terbaca oleh barcode scanner? berikut tim R&amp;D <a title="Mesin Kasir Online Site" href="http://cashregister.co.id/" target="_blank">PT Mesin kasir Online </a>dan <a title="barcode indonesia" href="../../" target="_blank">Indobarcode </a>merincikan untuk Anda:</p>
<p>Kombinasi Warna Barcode yang disarankan:</p>
<div id="attachment_44" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-44" title="Warna Barcode yang bisa terbaca scanner barcode" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc1.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Barcode yang baik" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Barcode yang baik</p>
</div>
<div id="attachment_45" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-45" title="Warna Barcode yang bisa terbaca scanner barcode" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc2.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Barcode Yang Baik" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Barcode Yang Baik</p>
</div>
<div id="attachment_46" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-46" title="Warna Barcode yang bisa terbaca scanner barcode" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc3.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Barcode yang Baik" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Barcode yang Baik</p>
</div>
<div id="attachment_47" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-47" title="Warna Barcode yang bisa terbaca scanner barcode" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc4.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Barcode yang Baik" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Barcode yang Baik</p>
</div>
<p>Kombinasi Warna Barcode yang sebaiknya tidak digunakan:</p>
<div id="attachment_48" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-48" title="Warna Barcode yang susah terbaca scanner barcode" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc5.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Barcode Tidak Terbaca" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Barcode Tidak Terbaca</p>
</div>
<div id="attachment_50" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-50" title="Warna Barcode yang susah terbaca scanner barcode" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc61.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Warna barcode yang tidak terbaca" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Warna barcode yang tidak terbaca</p>
</div>
<div id="attachment_51" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="size-full wp-image-51" title="Warna Barcode yang susah terbaca scanner barcode" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc7.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Warna Barcode yang Tidak Terbaca" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Warna Barcode yang Tidak Terbaca</p>
</div>
<div id="attachment_52" class="wp-caption alignnone" style="width: 331px;"><a href="http://www.indobarcode.com/"><img class="size-full wp-image-52" title="Kombinasi warna barcode yang susah terbaca" src="http://barcodeindonesia.files.wordpress.com/2008/12/col_bc8.gif?w=321&amp;h=254&amp;h=254" alt="Warna Barcode yang Tidak Terbaca" width="321" height="254" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Warna Barcode yang Tidak Terbaca</p>
</div>
<p>Semoga informasi diatas bermanfaat bagi Anda yang ingin menentukan dan mencetak barcode</p>
<p><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img class="alignnone size-full wp-image-919" title="Kombinasi warna barcode" src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/12/barcode_colorchart.jpg?w=541&amp;h=748" alt="Kombinasi warna barcode" width="465" height="642" /></a></div>
</div>
</div>
<p><strong></strong></p>
<div style="clear: both;"></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://indobarcode.com/blog/2009/01/warna-barcode-yang-mudah-terbaca-scanner-barcode/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>RFID Kemungkinan bisa menggeser barcode</title>
		<link>http://indobarcode.com/blog/2009/01/rfid-kemungkinan-bisa-menggeser-barcode/</link>
		<comments>http://indobarcode.com/blog/2009/01/rfid-kemungkinan-bisa-menggeser-barcode/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 18:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[Kamus Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[RFID]]></category>

		<category><![CDATA[barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[barcode tag]]></category>

		<category><![CDATA[industri]]></category>

		<category><![CDATA[inlay]]></category>

		<category><![CDATA[metrologic]]></category>

		<category><![CDATA[mifare]]></category>

		<category><![CDATA[motorola]]></category>

		<category><![CDATA[printer barcode]]></category>

		<category><![CDATA[scanner barcode]]></category>

		<category><![CDATA[usb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobarcode.com/blog.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mungkin sebagian besar orang awam mengenal barcode (kode batang) yang biasa dijumpai di kemasan produk produk umum yang dijual di pasaran. Kalau kita ingat 15 atau 20 tahun yang lalu susah masih mendapatkan trnasaksi di swalayan dilayani dengan barcode scanner, waktu itu rata rata transaksi dilakukan masih menggunakan mesin kasir elektronik atau ECR. Saat ini hampir semua outlet mini market dan toko moderen sudah menggunakan pembaca barcode (barcode scanner) dalam cek out barang nya di kasir. Hal ini sangat terasa bermanfaat sekali selain lebih cepat dalam melayani pelanggan juga ke akurasian yang cukup bagus sehingga kerja kasir lebih efektif dan efisien, ujungnya adalah kepuasan pelanggan dan profitabilitas bagi perusahaan.</p>
<p>Anda pasti sering ketika belanja di toko moderen dilayani dengan barcode scanner,satu persatu produk di scan barcodenya oleh  kasir dan komputerpun langsung mencocokan dengan database lalu di catat sebagai transaksi, kalau belanja 10 barang maka 10 kali scan.</p>
<p>Coba  Anda bayangkan bagaimana kalau ketika transaksi di kasir barang tadi proses cek outnya tidak perlu discan lagi satu per satu. namun langsung lewat di dekat kasir dan di total terus bayar,  berapa banyak waktu kita hemat?</p>
<p>Anda sudah sedikit bisa bayangkan kan? Hal itu sangat mungkin akan terjadi dan kita alami dimasa masa  mendatang. Bahkan tidak terbatas hanya di transaksi di toko saja namun juga dalam aspek kehidupan lainnya seperti bayar Tol, isi bahan bakar di SPBU, jasa pengiriman barang dan pelayanan pelayanan lain seperti absensi serta perpustakaan.</p>
<p>Itulah kira kira sedikit gambaran aplikasi RFID (Radio Frequency  Identification) yang bisa berarti proses pengidentifikasian dengan otomatis menggunakan sistem frekuensi radio, dimana tiap tiap benda yang akan di identifikasi ditempel atau dikasih Tag (Label) RFID, sehingga nantinya akan terbaca oleh pembaca RFID (RFID reader)</p>
<div><img src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/03/taginlabel.jpg?w=339&amp;h=255" border="0" alt="" width="339" height="255" /></div>
<p>What is RFID?Radio frequency identification (RFID) is an advanced automatic identification technology. It is used to identify, track, sort and detect an infinite variety of objects, including people, vehicles, garments, containers, totes and pallets. It can be used in applications such as proximity access control, time-and-attendance management, vehicle identification, laundry/textile identification, asset tracking, inventory control and factory automation.</p>
<p>RFID relies on radio frequency or “waves” between a card or tag and a reader in order to make an identification. Because RFID is a “contactless” technology, it requires neither contact with a reader or a direct line of sight to a reader (as does bar code technology). RFID, therefore, reduces the problems associated with those “contact” or “line-of-sight” technologies. For instance, a “good” read can occur through sunlight, wet, cold (-30°C ), frost, dirt, grease, and many corrosive chemicals.<span>Manfaat RFID</span></p>
<p><span>Beberapa manfaat RFID sebetulnya hampir sama dengan manfaat penggunaan barcode seperti yang sudah dijabarkan di tulisan kami sebelumnya hanya saja banyak kelebihan RFID dibandingkan dengan penggunaan barcode, antar lain:</span></p>
<ol>
<li> RFID lebih cepat dalam proses pengidentifikasiannya.</li>
<li>RFID lebih tahan terhadap kondisi seperti kotoran kimiawi debu dan lainnya dalam pembacaannya</li>
<li>RFID memiliki pembaca yang tidak bergerak sehingga lebih awet untuk investasi kepemilikan aset jangka panjang</li>
<li>RFID lebih susah digandakan atau di tiru serta di copy.</li>
</ol>
<p>Ada dua komponen penting dalam sistem RFID yaitu kartu (Tag) dan pembaca (antena RFID)  dan proses pembacaannya pun tidak perlu dilakukan secara kontak langsung dengan obyek yang dibaca. Reader menghasilkan frekuensi radio magnetik level rendah (low level) dan ini dipancarkan oleh antena pada area tertentu dimana kartu<br />
(tag ada).</p>
<p>How RFID Works<br />
An RFID system consists of two major components–the reader and the card/tag. They work together to provide the end user with a non-contact solution to uniquely identify people, animals or objects. The reader performs several functions, one of which is to produce a low-level radio frequency magnetic field. The RF magnetic field emanates from the reader by means of a transmitting antenna, typically in the form of a coil. The magnetic field serves as a “carrier” of power from the reader to the RFID card or tag. The RFID card or tag contains an antenna, also in the form of a coil and an integrated circuit (IC). The IC requires a small amount of electrical power in order to function. The antenna in the tag provides a means for gathering the energy present in the magnetic field produced by the reader and converts it to an electrical form of energy for use by the IC. When a card or tag is brought into the magnetic field produced by the reader, the converted energy powers the IC. This enables the transmission of the IC’s memory contents in the form of an electromagnetic signal to the reader via the tag’s antenna.  The tag information is received by an antenna within the reader and converted back into an electrical form. The reader contains a sensitive receiving system that is designed to detect and process the tag signal. Once the tag data has been processed, a microcomputer within the reader checks to verify that the signal received is valid. Once the reader has checked and validated the received data, the data is then decoded and restructured for transmission to the end-user’s host computer. This restructuring provides the data in both an electrical form and a protocol (or format) that is required by the host computer system. Once the restructuring process is complete, the data is transmitted to the host system.</p>
<p><span style="color: #000000;">ini beberapa perlengkapan RFID:</span></p>
<p><span style="color: #000000;">TAG RFID Pasif :</span></p>
<p><img src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/03/passive_tag.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Tag RFID Aktif:</p>
<p><img src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/03/active.gif" border="0" alt="" /></p>
<p>Pembaca (Reader) RFID:<br />
<img src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/03/rfid_readers.jpg" border="0" alt="" width="327" height="254" /></p>
<p>Tatahan (inlays) / EPC (Electronic Product Code)</p>
<p><img src="http://mesinkasir.files.wordpress.com/2008/03/sl-epc-252.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Saat ini kendala diterapkannya sistem RFID adalah masih mahalnya komponen biaya perangkat dan asesorisnya, namun berjalan waktu nantinya dengan semakin banyak pemakaian maka akan bisa menekan komponen biaya pembuatannya. Saat ini beberapa ritel yang sudah mulai menerapkannya diantaranya WALMART, TESCO, METRO AG, TARGET, BEST BUY dan lainnya</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<div style="clear: both;"></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://indobarcode.com/blog/2009/01/rfid-kemungkinan-bisa-menggeser-barcode/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perbandingan Symbol LS2208, Metrologic MS9540 dan Scanlogic CS1000</title>
		<link>http://indobarcode.com/blog/2009/01/perbandingan-barcode-scanner-symbol-ls2208-metrologic-ms9540-dan-scanlogic-cs1000/</link>
		<comments>http://indobarcode.com/blog/2009/01/perbandingan-barcode-scanner-symbol-ls2208-metrologic-ms9540-dan-scanlogic-cs1000/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 15:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tinjauan Produk Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[baca barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[ccd scanner]]></category>

		<category><![CDATA[handal]]></category>

		<category><![CDATA[laser]]></category>

		<category><![CDATA[metrologic]]></category>

		<category><![CDATA[motorola]]></category>

		<category><![CDATA[murah]]></category>

		<category><![CDATA[peka]]></category>

		<category><![CDATA[scanlogic]]></category>

		<category><![CDATA[scanner barcode]]></category>

		<category><![CDATA[sensitif]]></category>

		<category><![CDATA[symbol]]></category>

		<category><![CDATA[usb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobarcode.com/blog.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berikut ini kami sajikan perbandingan produk scanner barcode yang termasuk kategori best selling di pasar autoscan (with stand)</p>
<table id="AutoNumber1" style="border-collapse: collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="81%">
<tbody>
<tr>
<td width="21%" align="center">
<h1><span style="font-size: x-small;"><br />
Feature &amp; Benefit</span></h1>
</td>
<td width="29%" align="center">
<h1><span style="font-size: x-small;">SYMBOL LS2208 (Motorola)</span></h1>
</td>
<td width="26%" align="center">
<h1><span style="font-size: x-small;">Metrologic MS9540 Voyager</span></h1>
</td>
<td width="30%" align="center">
<h1><span style="font-size: x-small;">Scanlogic CS 1000</span></h1>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Light Source</span></td>
<td width="29%" align="center"><span style="font-size: x-small;">n/a data</span></td>
<td width="26%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #000033; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">Visible Laser Diode 650 nm± 10 nm</p>
<p></span></span></td>
<td width="30%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #333333; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">Visible Laser Diode 650nm</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Deep of Field</span></td>
<td width="29%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">From contact to 17 in./43 cm on 100% U.P.C./EAN symbols</span></span></td>
<td width="26%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #000033; font-family: 'times new roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td class="text" style="font-family: verdana,arial,helvetica,geneva; font-size: 10px; color: #000033;">
<p align="center"><span style="font-size: x-small;">0 mm - 203 mm (0” - 8”) for 0.330 mm<br />
(13 mil) bar code 300mm for 12mil</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span></td>
<td width="30%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #333333; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">30mm – 90mm for 4mil barcode30mm – 380mm for 12 mil barcode</p>
<p></span></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Scan Speed</span></td>
<td width="29%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #333333; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">100 scan lines per second</span></span></td>
<td width="26%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #333333; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">72 scan lines per second</span></span></td>
<td width="30%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #333333; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">100 scan lines per second</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Print Contrast</span></td>
<td width="29%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">20% minimum reflective difference</span></span></td>
<td width="26%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #000033; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">35% minimum reflectance difference</span></span></td>
<td width="30%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #333333; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">Minimum 25%</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Durability</span></td>
<td width="29%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">Meets stringent 5-ft drop tests.</span></span></td>
<td width="26%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #000033; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">Designed to withstand 1.5 m (5′) drops</span></span></td>
<td width="30%" align="center"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: #333333; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0pt; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0pt;"><br />
<span style="font-size: x-small;">1.5M ( 5 ft ) multiple drops to concrete</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Price</span></td>
<td width="29%" align="center"><span style="font-size: x-small;">$ 150-160</span></td>
<td width="26%" align="center"><span style="font-size: x-small;">$ 145 - 155</span></td>
<td width="30%" align="center"><span style="font-size: x-small;">$ 130 - 140</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Autosense</span></td>
<td width="29%" align="center"><span style="font-size: x-small;">No</span></td>
<td width="26%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Yes (Code Gate)</span></td>
<td width="30%" align="center"><span style="font-size: x-small;">Yes</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dari perbandingan diatas kita bisa melihat secara matriks antara 3 macam produk ini, keunggulan dan kelemahannya sehingga kita bisa menentukan mana yang lebih cocok untuk kita gunakan membantu operasional kita.</p>
<p>Bila dari fitur autosense (otomatis nyala sendiri) LS2208 tidak memilikinya sedangkan MS9540 dengan codegate memilikinya juga Scanlogic CS1000. Namun LS2208 memiliki jarak jangkau baca yang lebih jauh dari kedua kompetitornya.</p>
<p>Ketiga tipe diatas memiliki Durability yang sama yaitu 1,5 meter jatuh secara terpusat (ketahanan) Shock resistance<br />
dari segi kecepatan baca LS2208 dan CS1000 memiliki kesamaan yaitu 100 scan/ detik dan MS9540 hanya 72 scan per detik. Secara bentuk pun LS2208 dan CS1000 banyak yang memberikan penilaian mirip, namun semua tergantung selera untuk penampilan<br />
Mudah mudahan dengan sedikit review ini bisa membantu untuk menentukan pilihan produk bagi usaha Anda</p>
<p>Disadur dari www.indocashregister.com</p>
<div style="clear: both;"></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://indobarcode.com/blog/2009/01/perbandingan-barcode-scanner-symbol-ls2208-metrologic-ms9540-dan-scanlogic-cs1000/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mendaftarkan Barcode Anda</title>
		<link>http://indobarcode.com/blog/2009/01/mendaftarkan-barcode-anda/</link>
		<comments>http://indobarcode.com/blog/2009/01/mendaftarkan-barcode-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 11:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kamus Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[cargo]]></category>

		<category><![CDATA[ccd scanner]]></category>

		<category><![CDATA[code128]]></category>

		<category><![CDATA[code39]]></category>

		<category><![CDATA[ean]]></category>

		<category><![CDATA[gs1]]></category>

		<category><![CDATA[industri]]></category>

		<category><![CDATA[itf]]></category>

		<category><![CDATA[kemasan]]></category>

		<category><![CDATA[label]]></category>

		<category><![CDATA[laser]]></category>

		<category><![CDATA[packing]]></category>

		<category><![CDATA[printer]]></category>

		<category><![CDATA[printer barcode]]></category>

		<category><![CDATA[produk]]></category>

		<category><![CDATA[ribbon]]></category>

		<category><![CDATA[ritel]]></category>

		<category><![CDATA[scanner barcode]]></category>

		<category><![CDATA[thermal]]></category>

		<category><![CDATA[upc]]></category>

		<category><![CDATA[usb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobarcode.com/blog.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sejauh ini begitu banyak komentar dan telpon ke kami yang menanyakan cara mendapatkan barcode untuk produk mereka yang ingin dipasarkan ke pasar umum, kebanyakan mereka tidak mengetahui prosedur dan mendaftar kemana, mereka tidak mengetahui apa itu GS1 (dahulu EAN Indonesia) untuk itu kami kutipkan dari GS1 cara memperoleh registrasi barcode untuk produk dagang,</p>
<p>GS1 Indonesia adalah satu-satunya organisasi yang diberi wewenang oleh GS1 Global untuk mengalokasikan dan mengurus penomoran barcode standard GS1 System di Indonesia</p>
<p>Langkah 1 :<br />
<strong>Dapatkan Company Prefix GS1</strong></p>
<p align="center"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="mendaftar barcode" src="http://www.gs1.or.id/images/56.jpg" border="0" alt="" width="180" height="78" /></a></p>
<p>Langkah pertama apabila perusahaan merencanakan untuk menggunakan barcode pada produknya adalah dengan menentukan nomor identifikasi yang akan dimasukkan kedalam barcode, nomor-nomor tersebut dinamakan kunci identifikasi GS1 system.</p>
<p>Kunci identifikasi GS1 system didapat dengan cara mendaftar ke GS1 Indonesia. Sebagai anggota GS1 Indonesia, perusahaan akan mendapatkan nomor Company Prefix GS1 yang nantinya digunakan sebagai dasar identifikasi secara unik untuk di jalur supply chain dan saat ini GS1 System dipakai oleh lebih dari 1 juta perusahaan diseluruh dunia.<br />
Untuk pendaftaran anggota, hubungi Membership &amp; Business Development GS1 Indonesia (contact person : Hany Rizana &amp; Priyani, EXT. 104).<br />
<strong>E-Trade Building</strong> Lt. 6<br />
Jln. Wahid Hasyim No. 55<br />
Jakarta Pusat - 10350<br />
Indonesia<br />
T : (021) 3916289 (Hunting)<br />
F : (021) 3916269<br />
eMail : info@gs1.or.id</p>
<p>Langkah 2 : Pemberian Nomor<br />
Setelah mendapat nomor Company Prefix GS1, perusahaan siap untuk mulai memberikan nomor identifikasi kepada trade itemnya (produk atau jasa), Lokasi, Unit Logistik, Asset Perusahaan (individual asset dan returnable asset), service relationship dan penggunaan khusus lainnya.</p>
<p align="center"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="struktur barcode" src="http://www.gs1.or.id/images/barcode_id.jpg" border="0" alt="" width="220" height="143" /></a></p>
<p>Prosesnya sangat mudah dan dapat dipelajari bagaimana caranya memformat masing-masing nomor tersebut. Gunakan nomor Company Prefix GS1 (gabungan antara kode negara &amp; kode perusahaan) dikombinasikan dengan nomor item reference/kode produk yang telah ditentukan oleh perusahaan. GS1 Indonesia memberikan fasilitas training mengenai GS1 system kepada anggota maupun umum.</p>
<p>Untuk informasi mengenai training dan aplikasi GS1 System dapat menghubungi Industrial Services &amp; IT GS1 Indonesia (contact person: Ir. Sri Suhartati , Dani Yusdiar ST. , EXT. 114)</p>
<p>Langkah 3 : Memilih Perusahaan Pencetakan Bar Code<br />
Langkah awal, kita harus memutuskan apa yang akan di barcode dan apakah barcode tersebut akan memuat informasi statis atau dinamis didalamnya. Contoh informasi statis adalah identifikasi produk secara sederhana menggunakan GTIN pada kemasan produk. Contoh informasi dinamis biasanya akan tercetak nomor serial pada label seperti pada label unit logistik.</p>
<p align="center"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="master film barcode" src="http://www.gs1.or.id/images/FILM-MASTER1.jpg" border="0" alt="" width="220" height="215" /></a></p>
<p>Jika Barcode hanya memuat informasi statis dan dibutuhkan jumlah label yang besar maka kita dapat meminta perusahaan percetakan untuk mencetak label tersebut dan jika kita hanya butuh label dalam jumlah kecil atau ingin mencetak label dengan informasi dinamis maka yang kita butuhkan adalah on-demand printer seperti laser printer atau thermal transfer printer.<br />
Dalam merencanakan implementasi barcode yang baik adalah dengan mengetahui bagaimana barcode tersebut akan dicetak.</p>
<p>Pertimbangan Pada Proses Pencetakan<br />
Pertimbangan akhir yang paling utama untuk ukuran simbol adalah kapasitas dari proses printing yang dipilih. Ukuran minimum (magnification) dan Bar Width Reduction (BWR) yang tepat untuk simbol bervariasi tergantung proses pencetakannya. Perusahaan percetakan harus mengetahui ukuran simbol minimum (magnification) dan BWR agar menghasilkan barcode dengan kualitas yang dapat diterima.</p>
<p>GS1 Indonesia dapat membantu anggotanya untuk membuatkan film master barcode sesuai standar GS1, film master tersebut digunakan untuk mencetak bar code pada kemasan.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai film master, hubungi Industrial Services &amp; IT GS1 Indonesia (contact person : Koharudin, EXT. 10 <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /></p>
<p>Langkah 4 : Memilih “Lingkungan Untuk Pembacaan/Scanning”<br />
Spesifikasi untuk type barcode, ukuran, penempatan dan kualitas semuanya tergantung kepada dimana pembacaan barcode tersebut akan dilakukan .</p>
<p>Empat dasar ruang lingkup pembacaan/scanning untuk trade item :<br />
1. Kemasan produk di scan pada ritel point of sale (POS)<br />
2. Kemasan produk di scan pada distribusi umum<br />
3. Kemasan produk di scan pada POS tapi juga di scan pada distribusi.<br />
4. Lingkungan khusus seperti penandaan pada alat-alat medis.</p>
<p>Dengan mengetahui dimana barcode akan di scan kita dapat membuat spesifikasi yang tepat pada saat barcode tersebut mulai diproduksi. Sebagai contoh, jika sebuah kemasan produk di scan pada Point of Sale (POS) dan distribusi umum, maka kita harus menggunakan simbol EAN/UPC untuk mengakomodasi POS tetapi mencetaknya dalam ukuran yang lebih besar untuk mengakomodasi pembacaan scanner di distribusi/gudang dan pastikan penempatannya memenuhi syarat pembacaan secara otomatis.</p>
<p>Langkah 5 : Pemilihan Jenis Simbologi Bar Code<br />
Memilih jenis simbologi barcode yang tepat sangat penting dalam menentukan keberhasilan rencana pengimplementasian barcode, dibawah ini beberapa tips yang dapat kita jadikan acuan;<br />
- Jika barcode trade item akan di scan pada point of sale ritel, kita harus menggunakan simbol EAN/UPC ( UPC-A , UPC-E , GS1-8 , GS1-13 )<br />
- Jika kita mencetak barcode dengan berbagai macam informasi tambahan seperti nomor seri, tanggal expired atau ukuran, maka digunakan simbol GS1-128, GS1 DataBar (RSS), atau pada kasus khusus digunakan Composite Component atau simbol GS1 Data Matrix.<br />
- Jika ingin mencetak barcode yang hanya memuat nomor GTIN pada corrugated carton/outer box, maka dipilih simbol ITF-14.</p>
<p>Langkah 6: Ukuran Bar Code<br />
Setelah ditentukan simbol barcode yang sesuai dan digabungkan dengan informasi yang akan dikodekan kedalamnya, maka dimulailah tahap design. Ukuran simbol didalam design tergantung kepada jenis simbol yang dipilih, dimana simbol akan digunakan, dan bagaimana simbol tersebut akan dicetak dan tak kalah pentingnya adalah ruang/space yang tersedia pada kemasan untuk penempatan bar code tersebut.</p>
<p>Simbol EAN/UPC<br />
Simbol EAN/UPC berbeda dengan simbol ITF-14 dan GS1-128 karena simbol EAN/UPC di scan pada ritel menggunakan omni-directional scanner. Simbol EAN/UPC mempunyai ukuran yang tetap antara tinggi dan lebar simbol. Apabila ingin merubah salah satu ukurannya maka ukuran yang lain harus dirubah secara proporsional. Ukuran nominal tinggi dan lebar yang diperbolehkan adalah 80% hingga 200% . Dibawah ini beberapa contoh ukuran barcode EAN-13.</p>
<table style="height: 153px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="472">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="100%">
<p align="center"><strong>EAN/UPC Magnification </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" align="center">Minimum (80%)<br />
29.83mm x 20.73mm<br />
<a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="barcode" src="http://www.gs1.or.id/images/barcode_80.jpg" border="0" alt="" width="150" height="116" /></a></td>
<td width="50%" align="center">Nominal (100%)<br />
37.29mm x 25.91mm<br />
<a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="barcode ean" src="http://www.gs1.or.id/images/barcode_100.jpg" border="0" alt="" width="220" height="170" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Memperkecil ukuran simbol EAN/UPC harus dilakukan pada saat mendesign kemasan, memotong tinggi ukuran yang sudah ada atau disebut truncation, tidak diperbolehkan didalam spesifikasi simbologi EAN/UPC dan harus dihindari karena hal tersebut akan mengakibatkan pengaruh buruk terhadap scanning rate untuk omni directional scanner ritel. Apabila simbol EAN/UPC digunakan di logistik (shipping dan distribusi) dan juga pada Point of sale (POS), magnification yang diperbolehkan berkisar antara 150% sampai 200%, contohnya simbol pada carton yang digunakan untuk peralatan besar (misalnya TV atau oven microwave ).</p>
<p>Simbol ITF-14 dan GS1-128<br />
Simbol ITF-14 dan GS1-128 juga mempunyai range ukuran yang sudah ditentukan. Ukuran simbol ITF-14 dan GS1-128 seringkali ditentukan oleh lebar dari X-Dimension bukan dari magnificationnya. Ukuran GS1-128 bervariasi tergantung dari jumlah informasi tambahan yang akan dimasukkan kedalam barcodenya tetapi maksimum 48 karakter.<br />
Ukuran nominal simbol ITF-14 (100%) : 142.75 mm x 32 mm<br />
(tanpa Bearer Bar )<br />
<a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="barcode kemasan" src="http://www.gs1.or.id/images/itf-14.jpg" border="0" alt="" width="300" height="110" /></a> GS1-128<br />
<a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="barcode itf" src="http://www.gs1.or.id/images/gs1-128.jpg" border="0" alt="" width="200" height="77" /></a></p>
<p>Langkah 7 : Format Teks Bar Code<br />
Teks dibawah bar code sangat penting karena jika bar code rusak atau kualitasnya rendah, maka teks digunakan sebagai back-up.<br />
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar format teks pada simbol bar code, silahkan simak Frequently Asked Question berikut ini;</p>
<p>Apakah Human Readable Interpretation harus mempunyai ukuran tertentu ?<br />
Huruf OCR-B semula ditentukan untuk digunakan pada simbol EAN/UPC, tetapi sepesifikasi GS1 System sekarang membolehkan huruf apa saja sepanjang huruf tersebut jelas dan dapat terbaca.</p>
<p>Apakah Human Readable Interpretation harus diletakan diatas atau dibawah?<br />
Tergantung kepada simbol yang kita pergunakan. Untuk simbol EAN/UPC teks dicetak dibawah simbol. Teks simbol ITF-14 dan GS1-128 dapat dicetak diatas atau dibawah simbol.</p>
<p>Apakah tanda kurung (parentheses) pada Application Identifiers (AI) didalam simbol GS1-128 harus selalu digunakan dan apakah tanda kurung tersebut dikodekan kedalam simbol barcode?<br />
Seluruh AI harus dimasukkan kedalam tanda kurung didalam Human Readable Interpretation, tetapi tanda kurung tersebut tidak dikodekan didalam simbol.</p>
<p>Berapa digit yang harus tercetak dibawah simbol EAN/UPC pada Human Readable text?</p>
<p>*</p>
<p>Dibawah simbol UPC-A kita harus mencetak 12 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.<br />
*</p>
<p>Dibawah simbol EAN-13 kita harus mencetak 13 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.<br />
*</p>
<p>Dibawah simbol EAN-8 kita harus mencetak 8 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.</p>
<p>Langkah 8 : Memilih Warna Bar Code<br />
Kombinasi warna yang optimum untuk simbol bar code adalah warna hitam untuk garis dan putih untuk background (space dan quiet zones). Jika ingin menggunakan warna lain, penjelasan berikut ini mungkin dapat membantu dalam memilih warna yang diinginkan :</p>
<table style="height: 184px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="479">
<tbody>
<tr>
<td width="50%" align="center"><a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="warna barcode" src="http://www.gs1.or.id/images/warna_saran.jpg" border="0" alt="" width="350" height="180" /></a></td>
<td width="50%" align="center"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>*</p>
<p>Simbol barcode GS1 membutuhkan warna gelap untuk garis (misalnya hitam, biru tua, coklat tua atau hijau tua).<br />
*</p>
<p>Garis harus selalu terdiri dari warna tunggal dan jangan pernah dicetak dengan berbagai alat imaging (misal plate, screen, cylinder).<br />
*</p>
<p>Simbol bar code GS1 membutuhkan background terang untuk space dan quiet zones (misal warna putih).<br />
*</p>
<p>Jika kita menggunakan multiple layer dari tinta untuk meningkatkan opacity pada background, setiap layer harus dicetak secara solid.<br />
*</p>
<p>Jika kita menggunakan fine screen untuk menghantarkan tinta ke substrate, pastikan tidak ada kekosongan didalam proses pencetakan yang disebabkan oleh screen tersebut tidak cukup terisi didalamnya.</p>
<p>Sekali lagi, dengan tetap menggunakan garis warna hitam dan space putih, kita telah memilih kombinasi yang optimum, tetapi bukan berarti kombinasi warna lain tidak dapat digunakan. Konsultasikan hal ini dengan perusahaan percetakan yang berpengalaman.</p>
<p>Langkah 9 : Penempatan Bar Code<br />
Penempatan simbol sebaiknya sudah direncanakan pada saat mendesign kemasan dan juga harus dipertimbangkan proses pengemasannya. Konsultasikan dengan staf bagian pengemasan untuk memastikan simbol tidak akan buram atau rusak (misal diletakan di sisi karton, dibawah lipatan karton, dibawah tutup kemasan atau tertutup oleh tingkat kemasan yang lain ).</p>
<p>Setelah ditentukan letak penempatannya, konsultasikan dengan perusahaan percetakan karena beberapa proses pencetakan mensyaratkan barcode harus dicetak dengan orientasi khusus agar arahnya sesuai dengan web atau sheet.<br />
Jika memungkinkan, pada saat menggunakan printing flexographic, garis harus berjalan paralel dengan arah tekanan web atau orientasi picket fence. Jika garis dibutuhkan tegak lurus dengan arah tekanan atau ladder orientation, hindari distorsi simbol pada lingkaran plate roll.<br />
Apabila menggunakan proses printing silk screen atau rotogravure, simbol harus lurus paralel dengan struktur cell pada screen atau gravure plate cylinder agar didapat garis tepi yang paling halus yang memungkinkan.</p>
<p>Langkah 10 : Mengetahui Kualitas Bar Code<br />
Standar ISO/IEC 15416 Bar Code Print Quality Test Specifications untuk simbologi linear merupakan metode yang dipakai oleh GS1 dalam menghitung kualitas simbol bar code setelah bar code tersebut dicetak. Verifikasi Barcode sangat penting, walaupun produk tersebut bukan untuk tujuan ekspor. Dengan verifikasi dapat dihindari terjadinya kerugian yang diakibatkan</p>
<p>oleh kesalahan cetak dan kegagalan baca alat scanner pada barcode yang tidak standar sehingga tujuan dari otomatisasi itu sendiri tidak tercapai terutama pada Point of Sale (POS) di ritel.</p>
<p>Selain itu juga untuk memastikan bahwa nomor-nomor yang dikodekan pada produk tersebut diwakili oleh barcode secara benar. Proses verifikasi dilakukan sebelum bar code dicetak pada kemasan secara massal.<br />
<a href="http://www.cashregister.co.id/"><img style="border: 0pt none;" title="kualitas barcode" src="http://www.gs1.or.id/images/Barcode_verification.jpg" border="0" alt="" width="200" height="137" /></a></p>
<p>Untuk Verifikasi Kualitas Bar code, hubungi Industrial Services &amp; IT GS1 Indonesia (contact person : Dani Yusdiar ST., EXT. 114 )</p>
<div style="clear: both;"></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://indobarcode.com/blog/2009/01/mendaftarkan-barcode-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenai Barcode</title>
		<link>http://indobarcode.com/blog/2009/01/barcode-pengertiannya/</link>
		<comments>http://indobarcode.com/blog/2009/01/barcode-pengertiannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 09:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar Barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode]]></category>

		<category><![CDATA[barcode indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[cargo]]></category>

		<category><![CDATA[ccd scanner]]></category>

		<category><![CDATA[code128]]></category>

		<category><![CDATA[code39]]></category>

		<category><![CDATA[ean]]></category>

		<category><![CDATA[industri]]></category>

		<category><![CDATA[itf]]></category>

		<category><![CDATA[kemasan]]></category>

		<category><![CDATA[label]]></category>

		<category><![CDATA[laser]]></category>

		<category><![CDATA[packing]]></category>

		<category><![CDATA[printer]]></category>

		<category><![CDATA[printer barcode]]></category>

		<category><![CDATA[produk]]></category>

		<category><![CDATA[ribbon]]></category>

		<category><![CDATA[ritel]]></category>

		<category><![CDATA[scanner barcode]]></category>

		<category><![CDATA[thermal]]></category>

		<category><![CDATA[upc]]></category>

		<category><![CDATA[usb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobarcode.com/blog.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Barcode merupakan sejenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu biasanya jenis dan harga barang seperti makanan dan buku. Kode berbentuk batangan balok dan berwarna hitam putih ini, mengandung satu kumpulan kombinasi batang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa. Kode ini dicetak di atas stiker atau di kotak bungkusan barang. Kode tersebut akan dibaca oleh Barcode Reader, yang akan menterjemahkan kode ini kedalam data / informasi yang mempunyai arti. Di supermarket, barcode reader ini biasanya digunakan oleh kasir dalam pencatatan transaksi oleh customer.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tidak ada satu standard dari kode batang ini, justru terdapat bermacam-macam standard yang digunakan untuk berbagai keperluan, industri, maupun berdasarkan tempat digunakannya. Semenjak 1973, Uniform Product Code [UPC ] diatur oleh Uniform Code Council, sebuah organisasi industri, yang menyediakan suatu standard bar code yang digunakan oleh toko-toko ritel. Penemu sistem barcode ini. Adalah Joe Wodland.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beberapa barcode standar telah dikembangkan selama beberapa tahun, yang biasa disebut dengan Simbologi. Simbologi yang digunakan tentunya berbeda untuk aplikasi yang berbeda. Semisal ketika kita menggunakan huruf miring ataupun tebal, dimaksudkan untuk memperjelas makna tertentu pada teks. Simbologi yang berbeda, seperti “sandi berbentuk batang”, digunakan untuk aplikasi yang berbeda pula. Ketika kita mencetak barcode, kita akan bisa membaca makna sandinya, selama kita menggunakan sandi yang sama, dan dalam spesifikasi yang diatur dalam standar barcode.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Simbologi barcode dibedakan dalam 2 jenis dasar, dalam bentuk linear ataupun dimensional. Simbologi barcode linear berisi garis – garis hitam yang berjajar, dan garis putih dengan ukuran tinggi dan lebar tertentu, seperti gambar dibawah ini:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Demikian halnya dengan Simbologi Dimensional, bisa diatur dalam format tegak lurus atau matrik. Berupa sandi segiempat khusus, sehingga bisa lebih banyak menyimpan informasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah data sandi<span> </span>yang bisa dibaca pada Simbologi Barcode Linear lebih terbatas dibanding Simbologi Barcode 2-D. Satu inci 2-D Simbologi Matrik misalnya, bisa membaca sandi dari ribuan karakter data, mengingat Kode Barcode Linear harus lebih panjang untuk menyimpan sejumlah informasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem barcode bisa dikelompokkan dalam beberapa bentuk dan ukuran yang berbeda. Kerumitan system ditentukan oleh aplikasi. Sistem dasarnya secara umum dibagi dalam 4 komponen:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Komponen 1 – Barcode Printer</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda butuh printer barcode untuk mencetak label barcode. Banyak teknologi dan metode untuk mencetak label barcode. Anda bisa menggunakan printer laser dan pre-set template [sering dimasukkan dalam software desain label, seperti Wasp Labeler atau Zebra Bar One Software] untuk mencetak label barcode. Biasanya dicetak dalam<span> </span>Stok Avery. Label dicetak menggunakan printer label barcode, seperti yang dibuat oleh Zebra, Datamax atau Intermac. Printer – printer ini mencetal label, jauh lebih cepat dengan kualitas tinggi dibanding mencetak dengan printer laser konvensional.</p>
<p><strong>Komponen 2 – Label Barcode </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda juga perlu beberapa software aplikasi yang bisa mendesain label. Label yang sama bisa anda tambahkan agar bisa dilacak. Satu label bisa berisi gabungan teks, grafik, atau informasi barcode. Kemasan label – label seperti Wasp Labeler atau Zebra Bar One, punya pre-made template, yang bisa membantu anda dalam mendesign label. Yang jelas, anda harus menyesuaikan templates untuk label industri yang spesifik, semisal industri mobil.<span> </span></p>
<p><strong>Komponen 3 – Alat Scan untuk Pengumpulan data</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tahap pengumpulan data melalui penggunaan scanner bisa menerjemahkan kode dengan mudah dan akurat, menerima dan menyesuaikan isi informasi dalam label barcode. Dengan demikian, bisa mengurangi kemungkinan kesalahan secara signifikan.<span> </span>Ada 2 macam scanner. Kontak dan Non-kontak. Scanner Non-kontak, bisa lebih panjang beberapa inci. Dari dua macam scanner ini, adalagi satu ciri khusus, baik yang decoded maupun non decoded. Scaner decoded memiliki hardware decoder yang dirakit didalamnya, dan mampu menerjemahkan makna dalam sebuah barcode, sebelum mengirim data ke komputer. Scaner undecoded lebih punya sumber yang ringan yang mampu menerjemahkan data enkripsi dan mengirimnya ke<span> </span>decoder. Decoder – decoder ini sejalan dengan unit hardware yang mengoperasikan komputer. Unit decoded biasanya lebih mahal dibanding yang undecoded. Namun yang cukup mengkhawatirkan, adalah jika ada masalah di beberapa komponen, belum diketahui mengapa barcode tidak bisa dibaca dengan benar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Komponen 4 – Mengolah Data Pada Database Eksternal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Komponen terakhir untuk<span> </span>membuat system barcode sederhana adalah database. Setelah anda membuat dan men-scan barcode, bukan berarti anda telah menciptakan system barcode yang lengkap dan efektif. Agar bisa menggunakan kode – kode<span> </span>dengan efektif, anda juga perlu database untuk memperbaharui informasi. Banyak barcode bisa dirangkai dengan item angka. Item angka ini nantinya kemudian bisa disambungkan ke informasi tentang item tersebut, seperti<span> </span>deskripsi produk, harga, kuantitas inventarisasi, akunting dan lain – lain. Misalnya, anda punya barang A, dengan barcode senilai 1234. Ketika anda menjual barang A, anda scan barcode tersebut. Nantinya, akan ada informasi<span> </span>yang mengatakan ke database anda bahwa anda punya satu barang A, yang harganya Rp 1000, dimana harga ini harus melewati akunting, dan produk tersebut harus dikirim melalui UPS ground. Semua rangkaian ini karena scan barcode mewakili Barang A. Itulah gunanya memiliki eksternal database. Sebenarnya masih banyak bentuk lain, tapi inilah inti dari barcoding.</p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: 20pt;">Kenapa pake Barcode?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menggunakan sistem barcode yang benar tentunya akan sangat menguntungkan perusahaan. Apa saja manfaatnya?</p>
<p><strong>Akurasi </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Barkoding ini bisa meningkatkan akurasi dengan mengurangi kesalahan manusia dari pemasukan data secara manual atau item yang salah baca atau salah label.</p>
<p><strong>Kemudahan pemakaian</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Barcode mudah digunakan. Dengan hardware dan software yang tepat bisa memaksimalkan proses otomatisasi pengumpulan data. Tentunya akan lebih mudah membuat inventarisasi akurat dengan sistem barcode, daripada secara manual.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keseragaman Pengumpulan Datan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beragam standar pemenuhan dan simbologi barcode yang terstandarisasi, menjamin informasi di terima dan disampaikan dengan cara yang benar sehingga bisa diterima di pahami secara umum.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Feedback yang tepat waktu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Barcode menawarkan feedback yang tepat waktu. Begitu muncul, data bisa diterima dengan cepat, dan memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat berdasarkan informasi terbaru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Meningkatan produktifitas </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Barcode membuat aktifitas operasional dalam bisnis menjadi lebih singkat. Bayangkan betapa lamanya, ketika kasir anda harus memasukkan harga barang secara manual?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Meningkatkan Profit</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Peningkatan efisiensi yang diberikan barcode memungkinkan perusahaan menghemat biaya dan yang terpenting meningkatkan profit bisnisnya.</p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="font-size: 22pt;">Penggunaan Barcode</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bracode ada dimana – mana. Hampir semua jenis industri menggunakan barcode, sehingga bisnis bisa untung. Berikut beberapa industri yang biasanya menggunakan teknologi barcode.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manufaktur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal detail dalam operasional industri manufaktur yang perlu awasi secara ketat. Karena sedikit saja kesalahan dalam komponen, semisal masalah stok barang, bisa menyebabkan inefisiensi dalam lingkungan manufaktur. Dalam hal ini, Barcode sering digabungkan dengan system MRP [Manufacturing Requirements Planning], agar bisnis memiliki data yang akurat terutama dalam system kerja di pergudangan.</p>
<p><strong>Pergudangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Siapapun yang menghandle pergudangan seharusnya menggunakan barcode. Bayangkan saja, kalau anda harus mendata seluruh produk anda secara manual. Kapan selesainya?</p>
<p><strong>Jasa Distribusi </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika perusahaan anda secara konsisten menge-cek barang yang masuk dan keluar, sudah seharusnys anda menggunakan barcode. Dijamin lebih cepat dan akurat, untuk mengetahui seberapa efisien, stok barang yang anda punyai pada suatu waktu.</p>
<p><strong>Ritel</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika seorang kasir biasa melakukan pengecekan secara manual dengan mengetik setiap harga barang. Bayangkan kalau setiap pebisnis ritel melakukan hal yang sama. Peluang membuat kesalahan tentunya akan sangat besar. Mereka akan bangkrut karena kurang teliti dan kurang akurat. Sekarang ini semuanya menuntut efisiensi. Yakni efisiensi yang diciptakan dengan memanfaatkan barcode.</p>
<p><strong>Transportasi </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang muncul dalam pikiran anda, ketika bicara tentang pengiriman paket tepat waktu? Jawabannya tentu Fedex atau UPS. Kedua perusahaan tersebut sedang merajai bisnis pengiriman paket, Karena mereka membuat system pengangkutan barang yang efektif. Kunci utama keberhasilan Fedex dan UPS terletak pada pemanfaatan teknologi Barcode. Lihat saja ketika mereka memasukkan data pada Portable Data Collectors, mereka berkomunikasi melalui system database secara tepat waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih banyak industri lain yang menggunakan barcode, tidak terbatas pada Industri Konstruksi, Kesehatan ataupun Toko Video saja, tapi juga Kartu Identitas, Absensi, Manajemen Dokumen dan lain – lain.</p>
<div style="clear: both;"></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://indobarcode.com/blog/2009/01/barcode-pengertiannya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

